Neurotherapy adalah Terapi Gelombang Otak

       

 

Endah (Customer Service)

085329990003 - Telkomsel

085726726003 - Indosat

infopusat3@gmail.com

Yahoo! Messenger

 


 

Erwin (Neurotherapist)

081229229105

zonapesan@gmail.com

Jual CD Aktivasi Otak

 

Hari kerja: Senin-Sabtu,

jam 08:00 - 16:00 WIB

 

Terdaftar di Dinas Kesehatan

Praktek kami resmi terdaftar di Dinas Kesehatan dengan STPT

No. 445/0232/11.25/2011

 

EEG Brain Mapping

 

 

Alat Pengukur Gelombang Otak

Pengukuran Gelombang Otak Dengan EEG

Therapist Sedang Memasang Q-EEG

Pemeriksaan Gelombang Otak


Apa Itu Brain Mapping ?
Kecelakaan fisik yang terjadi pada otak seperti gegar otak, radiasi otak, gangguan yang disebabkan oleh racun dari luar,
 seizure disorder, Alzheimer , anoxia dan infeksi pada otak (spt., peradangan selaput otak) yang disertai perubahan aktivitas gelombang otak, ADD, OCD, anxiety, depresi dan seseorang yang lemah dalam belajar merupakan ciri-ciri adanya permasalahan pada gelombang otak manusia.

EEG Brain MappingEEG (electroencephalogram) merupakan sebuah alat untuk mencatat aktivitas gelombang otak selama kurun waktu tertentu. QEEG (Quantitative EEG) atau dikenal pula dengan sebutan "brain mapping", memberikan data yang komprehensif tentang gelombang otak dan memberikan analisa yang tepat dari data mentah yang diberikan oleh EEG. QEEG bekerja menyerupai cara kerja  EEG, akan tetapi data yang diperoleh dari QEEG bisa ditampilkan dalam berbagai jenis sesuai kebutuhan, bisa dalam bentuk gambar topografi, berupa diagram, atau beropa gambar-gambar yang menunjukkan aktivitas pada bagian cortex (luar otak).

Sementara teknik-teknik lain  (CT, MRI, PET, SPECT dll.) cenderung mengukur aliran darah ke otak, metabolisme otak atau mengamati bagian-bagian otak, QEEG justru mengukur arus listrik yang dihasilkan oleh otak atau biasa disebut gelombang otak. QEEG menyediakan data analisis yang sebetulnya sangat kompleks tentang gelombang otak dengan karakteristik khusus baik itu secara simetris, tahap-tahap perubahannya, hubungan antara satu dengan lainnya, luas gelombang otak yang dihasilkan, power dan gelombang otak yang dominan. Faktanya, gangguan kecil pada gelombang otak bisa jadi adalah pertanda awal dari permasalahan besar yang bisa terjadi pada otak dan tubuh kita.

Hasil laporan dari alat QEEG akan dibandingkan dengan data normatif. Data normatif ini merupakan data yang diperoleh dari pencatatan otak pada kurang lebih ratusan otak pada manusia yang sehat. Perbandingan tersebut disebut sebagai Z scores, Yang mana menggambarkan selisih antara data normatif dengan data klien yang bermasalah. 

Penggunaan utama dari QEEG adalah untuk memeriksa pola struktur dan frekwensi gelombang otak serta untuk membantu seseorang yang akan menjalani proses terapi neurotherapy sehingga nantinya memiliki perhitungan yang tepat sehingga bisa seperti gelombang otak yang normal lainnya.

 

QEEG bukan merupakan alat yang menciptakan diagnosa, akan tetapi merupakan alat untuk membantu terapis dalam menentukan diagnosa. QEEG diciptakan bukan untuk menggantikan peran EEG; hal itu merupakan dua hal yang berbeda terutama bagi Spesialis Otak yang menggunakan EEG dan bukan QEEG dalam bekerja.

Bagaimana cara kerjanya?
Semacam topi akan dipakaikan di kepala dan didalam topi tersebut terdapat konduktor yang merupakan sensor yang terhubung dengan alat pencatat aktivitas gelombang otak. Sensor tersebut memiliki jumlah yang bermacam-macam tergantung kebutuhan semakin banyak sensor yang dipakai maka kepekaan pencatatan gelombang otak akan semakin naik. Proses ini biasanya berlangsung antara 15 menit. Kemudian untuk pengukuran dan pencatatan aktivitas gelombang otak normalnya berlangsung antar 10-30 menit.

Setiap klien harus mengikuti instruksi dari terapis jika terapis menyuruh membuka atau menutup mata. Terapis juga akan memberikan instruksi kepada klien untuk melakukan aktivitas mental seperti membaca atau mengerjakan soal matematika yang sederhana. Hal ini menjadi sangat penting selama proses pengukuran.


Cara Membaca Hasil Scan QEEG
Hasil laporan QEEG disebut sebagai Z scores. Z scores merepresentasikan Standar Deviasi (SD) dari data normal dengan selisih dari -3 s.d +3. Berarti Z score of +2 adalah hasil dari seseorang yang memiliki jumlah lebih tinggi 2 dari normalnya(+2SD) dan melebihi dari 98% pengukuran pada manusia normal yang memiliki usia kurang lebih sama. Sebuah Z score of 0 menunjukkan bahwa orang tersebut berada pada kondisi normal. Pada gambar dibawah ini kondisi normal diberikan warna hijau. Warna merah dan biru menunjukkan aktivitas otak dengan nilai (+3SD & -3SD) atau seperti yang ada pada gambar dibawah ini.

IMAGE:  QEEG results are presented as Z scores. Z scores represent Standard Deviations (SD) from the norm and span from -3 to +3. Thus a Z score of +2 means that the result is 2 Standard Deviations higher than the norm (+2SD) and exceeds 98% of the age-matched people in the normative sample. A Z score of 0 represents the norm and is color-coded green. Red and blue colors on the maps show brainwave activity that is 3 SDs above or below the norm.

Hijau = Normal    Merah = Berlebihan    Biru = Kekurangan

Contoh dibawah ini menunjukkan perbedaan penggunaan QEEG yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa sekaligus sebagai alat treatment yang sangat efektif.
 

Contoh  1  
Banyaknya gelombang otak Theta (4-8 Hz) pada bagian tengah dan kiri area otak mencerminkan adanya peristiwa traumatik yang bersifat kecelakaan, ditunjukkan pada bagian 1Hz pada gambar dibawah ini.

Sebelum terapi Neurotherapy :

IMAGE:  Before neurofeedback treatment.

Sesuudah terapi dengan Neurotherapy:

IMAGE:  After neurofeedback treatment.

 

Contoh 2 
Pada gambar dibawah ini menunjukkan bagaimana terapi Neurotherapy mampu mengurangi gangguan pada titik-titik atau disebut juga saraf pada otak. Titik-titik tersebut terhubung antara satu sama lain akan tetapi terkadang terjadi gangguan seperti digambarkan dengan garis merah seperti pada gambar dibawah ini.

IM,AGE:  Diminished coherence in the left hemisphere after a concussion to the left frontal area. Blue lines show reduced neural connectivity.


 

Contoh 3 
Karakteristik gejala ADD yaitu terlalu banyak gelombang otak Theta dan kekurangan gelombang otak Beta.

IMAGE:  Typical ADD signature: excessive generalized Theta and diminished Beta.


Contoh 4 
QEEG dikombinasikan dengan teknologi LORETA (Low Resolution Electromagnetic Tomography) mampu memberikan citra atau gambaran tentang struktur otak bagian dalam secara berlapis-lapis dan nampak dalam bentuk 3 dimensi. Dibawah ini merupakan contoh penggunaan QEEG ketika digabungkan dengan teknologi LORETA. Disini terdeteksi adanya depresi ringan dengan ciri: Terlalu banyak gelombang otak Alpha dan Theta (warna merah) pada sisi kiri.

IMAGE:  QEEG combined with LORETA (Low Resolution Electromagnetic Tomography) enables examining of deep structures of the brain slice by slice, as well as viewing 3-dimentional models of the brain. Here is asymmetrically increased slow wave activity typical of depression: too much Alpha and Theta (red) on the front left side.


Contoh 5
Menunjukkan adanya peningkatan secara perlahan gelombang otak theta pada otak bagian depan menunjukkan ciri-ciri gejala ADD.I

IMAGE:  Increased slow wave (Theta) activity in the Frontal Lobes commonly seen in ADD.


Contoh 6
Nampak pada gambar di bawah bahwa berkurangnya gelombang otak beta secara cepat pada bagian depan otak (warna biru) dan berkrangnya secara perlahan gelombang otak Theta pada bagian tengah otak (warna merah) menunjukkan adanya gejala Alzheimer.

IMAGE:  Seen here are diminished fast Beta waves in the Frontal lobes (blue) and excessive slow Theta waves in the Hippocampus (red), indicative of the early stages of Alzheimer’s disease.

 

Beberapa Teknik pertimbangan hasil scan QEEG

Meskipun QEEG memberikan begitu banyak informasi tetapi tentu saja masih memiliki keterbatasan dan kemampuan untuk menganalisa apa yang mungkin bisa terjadi dari kondisi klien. Sebagai contoh, sangatlah penting bagi sebuah data yang belum diolah agar tidak terpengaruh oleh sebuah alat seperti komputer.

 

Meski gelombang otak memiliki hitungan dan satuan ukur yang pasti namun kecerdasan manusia masih sangat diperlukan mengingat karakteristik otak manusia yang unik di sinilah diperlukan pengetahuan dan pengalaman terapis nantinya. Terkadang pula pada bagian tubuh manusia  mampu mengeluarkan semacam aliran listrik namun bukan berasal dari otak, bisa jadi dari gerak otot atau adanya elektroda lain yang menempel di tubuh sehingga dalam proses pencatatan hasil QEEG dibutuhkan kejelian yang lebih.

 

Ada pula perdebatan tentang alat-alat pengukur gelombang otak yang beredar di pasaran yang mana terkadang memiliki akurasi yang berbeda. Meskipun sudah terdapat standarisasi akan tetapi terkadang dalam pengukuran dapat terjadi perbedaan antara satu sama lain. Maka dari itu dalam melakukan pengukuran dengan QEEG terutama dalam proses brain mapping sebaiknya seorang terapis tidak hanya berpatok pada hasil scan semata namun harus lebih memperhatikan aspek-aspek lain seperti aspek psikologis atau ketegangan klien juga mesti diperhatikan.

 

Seorang terapis terkadang dalam menjalani prakteknya mengalami berbagai pilihan yang komplek tentang adanya pilihan jumlah channel yang berbeda-beda, program software yang berbeda serta prosedur yang berbeda-beda pula. Akan tetapi telah terdapat lembaga seperti  the International Society for Neuronal Regulation www.insr.org yang bisa membantu menentukan standarisasi serta metode yang terbukti berhasil bagi orang banyak.



Peran Brain Mapping Dalam Keseluruhan Hasil Scan QEEG
Perlu diingat bahwa QEEG hanyalah salah satu dari sekian banyak metode. QEEG seperti MRI, SPECT atau CT Scan hanyalah sebuah teknik pencitraan terhadap suatu masalah jadi tidak merupakan bukti sesungguhnya terhadap masalah emosional. Sebenarnya QEEG hanyalah salah satu media dari sebuah terapi secara keseluruhan artinya juga membutuhkan media maupun proses lainnya.

 

QEEG, menyerupai  MRI, SPECT atau CT scans yang merupakan sebuah alat pencitraan yang menggambarkan sebuah permasalahan dalam sebuah perspektif atau gambar imajinasi bukan penjabaran secara spesifik terhadap suatu masalah. Meski dalam hasil scan QEEG digambarkan secara detail masalah yang ada pada otak namun tidak bisa menjelaskan seberapa parah masalah yang ada pada bagian otak tersebut, jadi kita hanya tahu letak masalah yang ada pada otak tapi untuk mengetahui seberapa jauh masalah tersebut dibutuhkan pengetahuan serta pengalaman.

 

Sebagai contoh, QEEG bisa menunjukkan adanya masalah yakni turunnya aktivitas otak di bagian Hippocampus  yang notabene merupakan tempat penyimpanan memori dan pencarian informasi di otak manusia. Akan tetapi untuk mengetahui seberapa besar prosentase gangguan yang terjadi pada area tersebut harus dibuktikan lagi dengan pengamatan terhadap klien serta wawancara yang intens terhadap klien tersebut.

 

Ingin punya alat EEG Brain Mapping? - Anda bisa membelinya di sini - klik

 
       

NEUROTHERAPY.ASIA

Holistic Solution Center

Jl. Brantak Sekarjati No.29, RT.08/02, Welahan, Jepara,

Jawa Tengah, Indonesia. 59464

Phone: 085329990003 / 085726726003